Hanya 75 juta, SMKN 3 Gowa Ciptakan Alat Deteksi Tsunami di Makassar

oleh Apriliyadi 452

Satu alat kembali tercipta dari tangan kreatif para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).  Kali ini, pelajar SMKN 3 Gowa merakit alat deteksi tsunami. Alat ini tercipta dalam rangka penanggulangan bencana.

Peluncuran karya inovasi para pelajar SMKN 3 Gowa ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Selain itu, Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, Wakapolda Sulsel Brigjen Adnas, Kapolres Pelabuhan, dan Pj Wali kota Makassar Iqbal Suhaeb juga turut menyaksikkan.

Penciptaan alat deteksi ini perlu diapresiasi oleh berbagai pihak. Selain inovatif, alat deteksi yang terdiri dari chips server dengan dilengkapi rakitan pipa, jangkar solar cell, dan penyimpan daya dirancang SMK ini hanya bermodal Rp 75 juta. Jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan alat deteksi lain yang ber modal miliaran rupiah.

Meskipun sederhana, alat ini telah teruji oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Universitas Hasanuddin serta CSR Citraland.

"Jadi alat ini manfaatnya untuk kemaslahatan masyarakat Makassar, pasang atau surutnya air laut akan terbaca di gong yang ada di Benteng Rotterdam," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo.

Irman Yasin Limpo menambahkan, jika saja nanti ada gelombang air, gong ini secara otomatis akan mendentum. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman memuji inovasi dari pelajar SMKN 3 Gowa. Andi Sudirman juga mengapresiasi Kadis Pendidikan Sulsel karena membawa para pelajarnya berjalan dengan baik.

Harapannya, masyarakat Makassar lebih bisa menjaga dan waspada jika terjadi bencana alam dengan adanya alat yang murni diciptakan pelajar SMK. 

diolah dari tribunnews.com

 

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image