4 HarI Pameran FoodEx Japan 2019, Dua SMK Ini Berpotensi Raih Pesanan hingga 20 Kontainer dan 1 Ton

oleh Apriliyadi 1.006

The 44rd International Food and Beverage Exibition (FoodEx Japan 2019) yang berakhir pada Jumat, 8 Maret 2019, terbukti memberikan keberkahan kepada peserta Indonesia, khususnya SMK. Selama empat hari pameran berlangsung,  tak kurang 200 pengunjung yang datang menuju booth SMKN 1 Pacet dan SMKN 1 Temanggung. Pengunjung yang datang tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari belahan benua lain. Mereka mayoritas merupakan calon calon pembeli (buyer), baik eksportir maupun importir. 

Dari ratusan pengunjung tersebut, terdapat beberapa pengunjung yang memiliki potensi untuk bekerja sama dengan kedua SMK tersebut. Bagaimana prosesnya? Dimulai dari mendatangi booth Indonesia, berlanjut dengan melihat dan bertanya tentang produk yang dibawa. Setelah puas dengan jawaban, terkadang diperlukan adanya proses mencoba sedikit produk tersebut. Langkah tersebut menjadi cara yang cukup baik bagi calon pembeli untuk langsung merasakan sekaligus memberikan masukan terhadap kemasan hingga rasa sehingga salah satu pengalaman dari pameran ini selain mendapatkan cara menata produk dan menawarkan hingga harus siap mendapatkan masukan dari para pengunjung.

Lalu produk apa yang paling diminati hingga memiliki potensi untuk mendapatkan kerjasama dengan calon pembeli? Berikut adalah beberapa hasil yang kami dapatkan dari para pengunjung tersebut:

1. Bandrek

Produk ini merupakan produk minuman yang berpotensi untuk dipasarkan di dunia internasional, khususnya bagi negara yang memiliki empat musim yang sangat cocok diminum pada musim dingin. Produk yang berbahan dasar dari jahe merah dan gula ini mendapatkan pujian yang hangat dari para pencobanya. Proses kristalisasi yang membutuhkan gula sinergi dengan jahe merah dan dikemas dalam bentuk yang ringan dan kecil serta mudah dibawa menjadi nilai tambah. Kemudian tentang rasa, mereka awalnya merasa terkejut karena pertama kali merasakan bandrek cepat bereaksi untuk menghangatkan tubuh. Masukan terbanyak adalah untuk lidah orang Jepang masih terasa manis, walaupun minuman ini bisa saja suatu saat menjadi pilihan selain bir, yang merupakan minuman yang sangat disukai masyarakat Jepang.

Kabar baik datang dari salah satu eksportir yang akan memasarkan di pasar dunia, dengan permintaan berkapasitas sebesar satu ton setiap bulannya. Selain itu juga terdapat permintaan dari importir internasional Pakistan.


2. Casava Chips

 Produk yang berbentuk bundar dan berwarna coklat kehitaman ini berbahan dasar dari daun singkong sekilas menyerupai kripik paruh. Produk ini menjadi daya tarik sendiri karena dicampur dengan bumbu tradisional seperti bawang putih, ketumbar, dan garam membuat terasa sangat lezat tetapi krispi. Casava Chips bisa saja menjadi salah satu pilihan bagi vegetarian atau dimakan di suasana santai hingga sebagai pengganti makanan berat bagi yang sedang menjalani diet.

Produk ini secara tak terduga, mendapatkan banyak perhatian, salah satunya dari calon pembeli internasional berbasis di Hongkong, yang tertarik untuk memesan sebanyak 20 kontainer secara berkala.

3. Passweet 

 Produk yang dikemas dalam toples berukuran kecil ini, mudah dilihat dari kecerahan warna kuningnya yang memang berasal dari mangga. Importir asal Pakistan tertarik menjadi calon pembeli karena rasa yang pas dan kecerahan warnanya yang bisa dijadikan faktor penarik konsumen. Hal tersebut didasarkan pengalaman dari pemasok sebelumnya, yang produknya tidak berwarna cerah, tetapi cenderung gelap. 


4.  Jackfruit Chips (Kripik Nangka)

 Kripik ini rasanya menjadi idola baru pada bisnis kuliner keripik atau chips. Tidak tanggung-tanggung, beberapa pengunjung dari Jerman, Jepang, dan Polandia tertarik untuk memasarkan di Eropa. Mereka berharap mendapatkan segera informasi tentang produk, sertifikat keamanan makanan dan lain lain.

5.  Banana Chips

 Selain keripik atau chips dari jenis yang sudah ada, keripik berikut berbahan dasar pisang. Ada yang menarik, dari pengunjung yang ingin sekali bekerja sama dengan kedua SMK adalah, karena pemasok sebelumnya mengalami konflik di negaranya, sehingga terpaksa impor dari negara tersebut dihentikan. 

Faktor lain yang menjadi nilai tambah dari produk Indonesia adalah, karena faktor sertifikasi hallal. Karena permintaaan produk hallal di beberapa negara khususnya negara Jepang sangat meningkat tajam sehingga produk dari SMK dianggap bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi permintaan produk hallal tersebut. Hal lain yang juga penting dicermati adalah adanya permintaan dalam bentuk row material untuk dijadikan produk jadi dari calon pembeli atau importir.
 

Beri nilai konten ini  
Responsive image